Idealis VS Realistis

Assalamu’alaykum

Sikap idealis adalah sikap yang tumbuh dalam diri seseorang yang selalu ingin melakukan segala halnya secara sempurna dan benar sesuai dengan pengalaman atau kejadian yang dialaminya,..sikap realistis pun tumbuh pada diri seseorang yang biasanya lebih kepada mengikuti arus dengan terkadang mengabaikan sikap idealisme :D.

Tapi apakah kita sudah termasuk orang yang idealis atau yang realistis,..? terkadang seseorang bisa dianggap “sempurna” dengan mempertahankan idealismenya tapi terkadang idealisme bisa menjadi sikap yang fundamentalis, gak mau kalah, kekeh terhadap pendirian (idealismenya) karena mempertahankan idealismenya tersebut CMIIW.

Kalau realistis biasanya cenderung berusaha beradaptasi dengan lingkungan atau keadaan yang ada di sekelilingnya, kadang mungkin juga orang yang realistis adalah termasuk orang yang idealis (jadi bingung sendiri) 😀 , tapi karena sesuatu hal atau keperluan maka sikap idealis tersebut ditanggalkan dan mengikuti arus realistis yang ada saat itu.

Jadi kalo menurut Aa Ikhwan Blog, sikap idealis itu bisa berdampingan seiring sejalan dengan sikap realistis jadi bukan berarti sikap idealis itu berlawanan dengan sikap realistis bahkan mungkin bisa seimbang tergantung keadaan yang dialami oleh masing-masing individu.

Jadi kalau ada yang ingin idealis silahkan dengan tanpa mengesampingkan realistis yang ada, begitu juga yang ingin realistis silahkan saja tapi jangan terlalu banyak/sering menanggalkan sikap idealisme yang ada, keduanya mesti bisa berdampingan dan saling membutuhkan.

Keseimbangan di antara keduanya dengan penyesuaian mungkin cara yang terbaik, karena gak akan selalu mudah untuk bersikap idealis ataupun realistis, semuanya ada porsinya masing2 tergantung situasi dan kondisi yang dihadapi.

Semoga berguna , silahkan disharing pendapatnya masing-masing 😀

Wassalam

Aa Ikhwan

37 thoughts on “Idealis VS Realistis

  • 30/03/2012 at 2:30 pm
    Permalink

    Artikel yang bagus nih….
    Terkadang saya mendominasi realistis nih daripada idealistis….

    Reply
    • 30/03/2012 at 2:34 pm
      Permalink

      ^Jarinto : makasih masbro 😀 , yah begitulah memang realistisnya :mrgreen: idealisme tetap bisa dilakukan tapi sulit dan ane bilang sih lbh pas seimbang aja 😀

      Reply
  • 30/03/2012 at 2:41 pm
    Permalink

    paling membosankan saat seseorang bicara dengan idealis, padahal tidak sesuai antara teori dan kenyataan dilapangan,tp masih saja mau secara teori.

    Reply
    • 30/03/2012 at 2:43 pm
      Permalink

      ^Az147r : yup,..makanya kalo seseorang blm bisa idealis gak usah koar2 idealis mending apa adanya aja seimbang sesuai situasi dan kondisi, bagaimanapun juga idealis membutuhkan realistis begitu juga sebaliknya.

      Reply
      • 27/03/2013 at 2:28 pm
        Permalink

        Kalo menurut ane jgn ngeliat sifat dari satu orang aja mungkin juga itu faktor bawaan dari orang tua, idealis kan cuma jadi basic Menentukan sikap

        Reply
      • 27/03/2013 at 2:31 pm
        Permalink

        Kalo menurut ane jgn nentuin sifat dari satu sisi, mungkin itu faktor keturunan gan , kalo idealis itu kan cuma basic buat menentukan sikap gan

        Reply
        • 27/03/2013 at 3:00 pm
          Permalink

          nah menarik nih :D,.. kalo faktor keturunan kan udah bawaan tuh, tp bisa gak faktor bawaan itu bisa dirubah sesuai lingkungan dan pergaulannya yang semakin dewasa ? jadi jangan terperangkap denan sifat bawaan kita yg mungkin gak baik 😀

          Reply
  • 30/03/2012 at 4:04 pm
    Permalink

    idealis di kantor
    realistis di rumah..

    #tepokjidat# 😀

    Reply
    • 30/03/2012 at 4:08 pm
      Permalink

      ^Salim : idealis realistis di kantor , realistis idealis di kantor :mrgreen:

      Reply
  • 30/03/2012 at 5:38 pm
    Permalink

    saat masih kuliah sok idealis, sudah kerja dan berkeluarga lebih banyak realistisnya

    Reply
    • 30/03/2012 at 5:46 pm
      Permalink

      ^enth : biasa mahasiswa….pas bekelurga brusaha seimbang antara idealis n realistis smp sekarang 🙂

      Reply
  • 30/03/2012 at 6:40 pm
    Permalink

    nice artikel a’… kalo nurut ane yg awam, lebih sering idealis disamain dengan sikap “ngotot” “keukeuh”..pdhl gk juga..

    Reply
    • 30/03/2012 at 9:55 pm
      Permalink

      ^boerhunt : terkdang seperti itu pdhl bukan ngotot cm tetap pd pendirian asal positip 🙂

      Reply
    • 31/03/2012 at 9:52 am
      Permalink

      ^tovavanjava : menurut ane ih tetep aja dalam hati seorang realistis ada sikap idealisme 😀

      Reply
  • 31/03/2012 at 1:27 pm
    Permalink

    bener, keduanya dibutuhkan tapi harus berimbang..
    Yin dan Yang

    Reply
    • 31/03/2012 at 7:29 pm
      Permalink

      ^redbike : penyeimbangnya itu ada di hati nurani masing2 yg mengalir apa adanya secara manusiawi sesuai keadaan,pengalaman dll 😀

      Reply
    • 01/04/2012 at 6:34 am
      Permalink

      ^bimo96 : ah yg bener bim, realistis membuktikan byk seusia bimo merokok nah bimo kn kl gak salah udh brhenti ya brarti bertahan/idealid untuk gak merokok :mrgreen:

      Reply
    • 01/04/2012 at 6:35 am
      Permalink

      ^iwan budi santoso : bisa.jadi mas iwan,..ato pandangan idealis praktek mesti idealis jg tp kl gak bisa ya realistis.saja sesuai keadaan 😀

      Reply
      • 01/04/2012 at 8:21 am
        Permalink

        betul..secara kondisi idealis dalam praktek cuma bisa ditemukan di textbook..harus realistis sesuai kondisi tapi diupayakan tetap idealis..matap nih postingannya
        :2thumbsup

        Reply
    • 02/04/2012 at 10:33 am
      Permalink

      ^anharvictor : menurut ane tetap idealis itu beda,..realistis pun beda,.. tergantung melihat bedanya dari sisi apa,..tp sepertinya tetep aja beda 😀

      Reply

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.

%d bloggers like this: