jump to navigation

Mengenang Si Merah Vixion … Selamat Jalan February 21, 2017

Posted by aaikhwan in : Serba Roda Dua , trackback

Assalamu’alaikum

Beberapa waktu yang lalu atau masih di akhir tahun 2016, si merah Vixion Aa resmi berpindah tangan ke pemilik yang baru yang barangkali bisa lebih merawatnya, menjaganya dan memperhatikannya, sebetulnya si merah ini digunakan oleh adik Aa namun doi lebih sering menggunakan matik honda Spacy untuk kerja sehari-hari, jadi selain FBY kami pun FBH loh apalagi sejak dahulu motor awal Honda Supra X cepek 😀 .

Si Merah Vixion Aa keluaran tahun 2009, di tahun pertamanya Aa sudah gatel dengan mengganti velg dan ban lebar, dulu Aa meminang velg lebar merk Power yang lumayan awet dan sesuai dengan kantong saat itu :mrgreen: , ditahun-tahun berikutnya mulai gatel dengan knalpot racing dan kapasitas mesin yang Aa rasa kurang karena memang setelah ganti dengan velg dan ban lebar performa menjadi kurang dan terasa kurang, jadi Aa sampai sengaja khilaf membore up mesin si merah menjadi 165cc, proses boreup Aa lakukan di bengkel mak lampir oleh juragan VJRS om Ivan (Paolo Irfansyah) yang juga ternyata pernah ngorek motor vixionnya om yudi batang, ternyata satu perguruan kita om yud :mrgreen: .

saat diservis oleh juragan VJRS om Ivan

Setelah mesin dinaikkan menjadi 165cc di mana inreyennya disuruh 2000km aje gilee 😆 kalau tidak salah Aa habiskan inreyen satu bulan full dan pas bulan Ramadhan, bawa motornya juga maksimal 60-70 kpj, lumayan tersiksa tapi memang mesti sabar katanya agar menghasilkan performa mesin boreup yang ajib 😀 .

saat servis di beres

Lumayan banyak perubahan pada si merah, selain mesin beberapa aksesoris yang berhubungan dengan kelistrikkan pun dicoba pada si merah, sebut saja klakson keong di mana konsekuensinya Aa ganti aki dengan aki milik satria fu yang amperenya lebih tinggi dengan aki standar bawaan si merah, jam digital mini dan voltmeter dari juragan rongsok Mazped pun tidak lupa Aa coba pasang pada si merah, di mana pemasangan jam digital dan voltmeter mini menjadi nilai tambah penampilan si merah 😀 .

jam digital dan voltmeter mini

Bagian kemudi si merah pun tidak luput dari pantauan Aa untuk dicoba dirubah, pernah coba ganti stang jepit ternyata terlalu rendah badan cepet ngerentek pegel 😆 , akhirnya tidak berapa lama balik ke standarnya lagi, lalu tergiur dengan stang R15 dan Aa pesan melalui juragan VJRS plus pemasangannya juga di goa mak lampir VJRS :mrgreen: .

stang R15 di vixion

Stang tersebut cukup lama juga Aa pakai, yang kemudian di lain waktu sukses Aa jual setangnya ke kawan di Surabaya. Perubahan-perubahan minor pun Aa lakukan pada si merah semisal menempelkan stiker pada deltabox mulai warna hitam, motif batik sampai yang terakhir motif karbon Aa pasang juga, juga footrest Aa ganti dengan yang berwarna merah biar pas dengan warna si merah 😀 .

deltabox motif hitam

deltabox motif batik

delta box carbon look

footrest

Banjir-banjiran pun sudah beberapa kali dialami dengan si merah ini, menembus banjir yang cukup dalam masih sanggup dilaluinya :mrgreen: .

banjir depan kantor

Belum lagi masalah yang sering dihadapi si merah yaitu penyakit komstir oblagh yang memang menghinggapi vixion pada umumnya, udah sering dorceng (kendor kenceng) kayak rante motor :mrgreen: , sudah dikencangin balik lagi kendor gak berapa lama ya sudah terima saja nasib komstir oblak 😀 .

Pokoknya seru dah perjalanan Aa dengan si merah ini, sampai akhirnya adik Aa meminang R15 tapi di tukar ke Aa dengan si merah yang digunakan oleh adik Aa karena sepertinya khawatir tidak bisa merawat R15 nya 😀 , tapi karena adik lebih sering menggunakan matic spacy akhirnya si merah terbengkalai tak terawat walau sesekali dipakai juga, sampai akhirnya ibu menyarankan dijual saja motornya karena sayang tidak digunakan, sebetulnya berat buat Aa untuk menjualnya namun Aa juga sepertinya belum bisa merawatnya lagi karena yang R15 pun jarang Aa perhatikan hanya rutin saja ganti olinya :mrgreen: .

Ya sudah dijual saja si merah Vixionnya, selamat jalan si merah marun semoga pemilik baru bisa merawatnya dengan baik.

Wassalamu’alaikum

Aa Ikhwan

Comments»

1. priyono - 28/02/2017

lumayan lama juga 7 th…. saya cm 2 th 4 bulan miara vixi 2008

2. aaikhwan - 01/03/2017

iya awet miaranya, sampai akhirnya dijual 😀


%d bloggers like this: