Rawat Jalan Pasien ASKES

Assalamu’alaykum

pic from mbah google

Kemarin Sabtu tanggal 17 Maret 2012, Aa Ikhwan Blog mengantar Bapak ke RSU Tangerang untuk kontrol ke Dokter paru-paru untuk cek penyakit asmanya yang sudah hampir kurang lebih 30 tahun diidapnya semoga tetap sehat bugar ya Pak… Amin.

Aa Ikhwan Blog kalo inget penyakit Asma yang diderita oleh bapak jadi inget masalah rokok, karena dulu waktu muda memang Bapak Aa Ikhwan Blog merokok tapi sudah lama juga ditinggalkan, sampe bapak pun cerita saat di periksa dokter,.. untung merokoknya sudah berenti pak..kalo belum bisa lewat ungkapnya sang dokter… bapak hanya tersenyum dan mengiyakan, karena bapak bilang ke Aa Ikhwan Blog penyakit asma ini penyakit sampe mati dengan terus berusaha tetap bugar dan semangat menjalani hidup da kehidupan ini.

Hati-hati yang masih merokok ya :mrgreen: , kurangi pelan-pelan sampai terasa bosan dan meninggalkan selamanya 😀

OK..kita lanjut ke masalah ASKES untuk pasien rawat jalan, dalam hal ini bapak Aa Ikhwan Blog yang sebagai sumbernya alias pasiennya :D, sebelumnya bapak di antar oleh adik untuk membuat surat rujukan di Puskesmas terdekat yaitu di Puskesmas Tangerang samping kantor PLN, setelah Aa Ikhwan Blog mengetahui adik sudah berada di RSU lalu Aa Ikhwan Blog segera meluncur untuk mengurus proses berobat dengan ASKES, di mana asuransi ASKES ini didapat dari Ibu yang seorag PNS (Guru SD)…Alhamdulillah.

Setelah mendapatkan surat rujukan dari Puskesmas, langsung kita daftarkan ke ruangan/kantor ASKES yang ada di RSU (dalam hal ini RSU Tangerang), dengan mncantumkan nomor telepon yang dpat dihubungi dan juga kartu ASKES pasien, dan juga kartu berobat yang berwarna putih (ini gak harus).

Setelah dipanggil Aa Ikhwan Blog langsung menuju ke bagian pendaftaran pasien rawat jalan dengan terlebih dahulu mengambil nomor antrian yang dibantu oleh petugas keamanan aka Satpam.

nomor antrian askes rawat jalan

lumayan lah udah pake system antrian otomatis bisa liat di layar 😀
setelah dipanggil Aa Ikhwan Blog menyerahkan semua berkas berobat yang dari ruangan askes, lalu dikasih lembar berobat ke poliklinik paru, langsung deh Aa Ikhwan Blog mengantri di poliklinik untuk menunggu giliran bapak dipanggil.

ruang tunggu

foto di atas adalah ruang tunggu pasien termasuk ruang tunggu pasien paru2, tapi saat ini pintu masuk ke kamar periksa poli paru itu dari luar dekat parkiran motor sayang gak sempet foto :D, di sini sebenernya udah gak bagus nih lah namanya penyakit paru2 kok ruangan periksa dan ruang tunggunya malah di luar yang gampang kena debu ckckck…, akhirnya Aa Ikhwan blog yang menunggu di ruang tunggu luar sedangkan bapak di dalam supaya gak kena debu dan hembusan angin yang bikin meriang.

Saat tiba giliran dipanggil bapak pun masuk ruang periksa bersama 5 orang sekaligus yg dpangil. Pemeriksaan pertama hanya ditimbang saja dan gak ada tensi-tensian darah hmmm,.. lalu menunggu kembali untuk dipanggil ke ruang periksa oleh dokter,.. saat bapak dipanggil Aa Ikhwan Blog pun ikut ke dalam dan Aa Ikhwan Blog cukup kaget juga sih cara pemeriksaan dokternya,.. jadi pasien duduk di bangku dengan posisi menghadap ke dokter yang duduk di bangku depan jadi sudah seperti layaknya wawancara atau interview kerjaan, hanya ditanya keluhan kambuhnya dan dikasih resep obat yang Aa Ikhwan Blog tebus di apotik khusus ASKES.

Kesimpulan :

Kelengkapan yang mesti di bawa saat aka rawat jalan Pasien Askes:

1. Surat Rujukan Puskesmas
2. Kartu Askes

Tips

Untuk pasien yang membutuhkan obat khusus, harap meminta lebih awal lembaran obat khusus di ruang askes atau di apotik khusus askes ang nanti akan ditulis dan ditandatangani oleh dokter yang memeriksa, sehingga ga bolak-balik lagi

Semoga berguna dan semoga pelayanan kesehatan jaminan Askes, Jamkesmas, Jamkesda, dan yang terpenting pelayanan untuk masyarakat kecil harap diperhatikan dengan sungguh-sungguh kasihan melihat mereka bolak-balik mengurus surat-surat kesehatan.

Wassalam

Aa Ikhwan

36 thoughts on “Rawat Jalan Pasien ASKES

    1. ^iwan budi santoso : trimakasih bro budi,.. santai aja kl untuk mengurangi rokok..kawan aja bapaknya baru bisa berhenti sekitar 10tahun prosesnya :D.

    1. ^gianluigi mario : ane aja berapa kali antri. .si askes,si pendaftaran, di ruang tunggu pasien, ambil obat.. sepertinya memang sangat perlu perubahan yg besar di sektor pelayanan masyarakat umum ini…semoga..

    1. ^Novian Agung : sepertinya dana askes masing2 PNS itu besarnya tergantung golongan CMIIW.., kl rawat jalan+ obat bapak masih full askes kecuali obat2 tertentu yng tidak ditanggung askes.
      rawat inap pun sama kamar dan semua biaya ditanggung full oleh askes, kecuali seperti kemarin di kelas swastanya RSU ada bayar selisih kamar dan biaya perawatannya.

      1. Trims infonya mas bro. Soalnya istri saya juga punya (dari Almh ibunya), cuma tidak pernah dipakai, karena katanya kalau askses itu musti setengah2 pembiayaannya. Selama ini pakai Jamsostek + ARIP Bum*putr* 😀

    1. ^boerhunt : sip..thx ya do’anya. memang sebagian bisa hilang mungkin khususnya yang gejala awal alias pasien yg masih belum parah atau kronis, kalau sudah tua sepertinya sudah termakan usia jadi fisik n ketahanan pun berkurang,..tp tetep berusaha n terus ikhtiar semoga tetep segar bugar.

  1. semoga Ayah aa lekas sembuh..
    ad pengobatan alternatif yg bs membantu neh, tempatnya di Purbalingga..

    merokok memang tidak baik…

    dlu pas ane kecelakaan, askes ane dah expired.. ditolak dah..

Leave a Reply