Saat macet tiba jalur motor pun menyempit…

5

Assalamu’alaikum

macet

Masih ingatkah kawan2 dengan peraturan yang dibuat oleh pemerintah tentang penggunaan jalur kiri untuk kendaraan roda 2, ya memang untuk mengurangi macet dan kecelakaan Pemerintah memang cukup serius membahasnya walaupun di lapangan tidak akan bisa sesuai harapan alias susah dalam merealisasikannya :D.

Kita kembali kepada permasalahan jalur kiri untuk kendaraan roda 2, seperti di Kota kelahiran Aa Ikhwan Blog yaitu Tangerang, di beberapa bagian terutama mulai dari pintu air Tangerang sampai dengan perbatasan dengan Jakarta diberi pemisah antara jalur kendaraan bermotor dengan jalur kendaraan roda empat, walaupun jalur roda 2 akan sering dan selalu bersinggungan dengan jalur angkutan umum.

jalur motor yang mulai menyempit

Tapi apa yang terjadi saat jalanan mulai macet,…? bagaimana dengan jalur kendaraan roda dua “baca:motor”..? bisa dilihat dengan jelas bagaimana jalur kiri yang diperuntukkan untuk roda 2 akan semakin menyempit dikarenakan banyaknya kendaraan roda 4 yang mengambil jalur tersebut, akhirnya para biker harus waspada karena kadang kala saat macet jalur kiri pun hanya akan bisa dilalui 1 kendaraan roda dua dan dibutuhkan kehati-hatian pengendaranya, karena sedikit kesalahan akan fatal akibatnya,..di kanan banyak kendaraan roda empat bahkan truk-truk besar, di kirinya trotoar atau bahkan selokan hmm,..sangat beresiko terjadinya kecelakaan.

roda 2 di jalur kiri

Belum lagi disaat macet tersebut angkutan umum menaikkan atau menurunkan penumpangnya yang semakin membuat pengendara roda 2 mengantri panjang ke belakang bahkan ada sesekali yang berusaha memepet terus keluar aspal alias ambil jalur paling kiri yaitu naik trotoar 😀 ,.. yah mau bagaimana lagi peraturan tinggal peraturan,..tp di lapangan sangat sulit untuk diterapkan, yang terpenting para biker tetap waspada dan konsentrasi di jalan agar selamat sampai tujuan,..keluarga menanti anda bro.

Wassalam

Aa Ikhwan

5 Comments

  1. pemerintah memang sepertinya tidak pernah bisa berfikir secara terstruktur…analisa karakter, analisa dampak, analisa keselamatan sepertinya tidak menjadi tolak ukur bagi pemerintah dalam mengambil keputusan….

    saya kasih contoh saja….minggu lalu ada orang yang mati depan circle K (ditusuk anggota geng bermotor), lantas apa kata walikota dada rosada…beliau hanya bilang bahwa dia mau memberlakukan jam operasional toko2…” ini keputusan bodoh yang ga nyambung menurut saya, kenapa :
    1. dengan berkurangnya jam operasional toko, emangnya anggota geng motor akan berkurang? yang ada lapangan pekerjaan berkurang…karena shift karyawan akan berkurang.

    2. dengan berkurangnya jam operasional toko juga menurunkan omset dari pemilik toko tersebut…otomatis mengurangi pendapatan ekonomi lagi —- anggota geng? ya tetep aja berkeliaran….

    klo pemerintah mau coba berfikir sebelum berbicara…kenapa tidak mewajibkan sistem keamanan terpadu seperti satpam pada toko2 24 jam…ini jelas menambah lapangan pekerjaan juga membantu polisi mengamankan area….

    tambahan untuk mentertibkan lingkungan…kenapa pemerintah tidak pernah mau memberlakukan aturan penunjukan identitas (KTP) dalam pembelian minuman keras/rokok pada toko2 24 jam…

    Reply
    • ^ yandi : memang seperti itulah pemerintah kita dan juga butuh kesadaran dari masyarakatnya..intinya berfikir sebelum bicara koar2 😀 , tp spertinya sih pemerintah pun sudah berfikir matang bro cm mungkin kurang mendengar masukan2 atau saran2 dari masyarakat.
      thx bro ulasannya panjang jg n menarik 😀

      Reply

Leave a Reply